Leave a comment

NASA EOSDIS Worldview

NASA EOSDIS Worldview

NASA EOSDIS Worldview

DAPATKAN DATA CITRA SATELIT LANDSAT 8 BESERTA PENGOLAHAN DAN MAPPING DENGAN HARGA YANG KOMPETITIF DI MAP VISION.

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI KAMI PADA NOMOR TELEPON: 0857 2016 4965 | E-MAIL: mapvisionindonesia@gmail.com

Worldview yang ini bukan nama satelit observasi bumi penghasil citra satelit dengan resolusi sangat tinggi yang dimiliki perusahaan Maxar Technologies, akan tetapi merupakan sebuah website yang menyajikan secara online dan hampir real time (update setidaknya setiap 3 jam) berbagai data citra satelit dengan resolusi penuh dari satelit-satelit yang dimiliki oleh NASA beserta beragam data lainnya seperti data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal, data indeks aerosol, data frekuensi dan distribusi bencana banjir, serta banyak lainnya.

BACA JUGA:

1). USGS Luncurkan Produk Landsat Analysis Ready Data

2).Landsat 8 Yearbook

3).Kenampakan Citra Pertama dari Satelit Landsat 8

4). Landsat Data Continuity Mission (Landsat 8)

5). Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Corona Melanda

Dan berikut link website NASA Earth Observing System Data and Information System (EOSDIS) Worldview:

https://worldview.earthdata.nasa.gov

Tampilan Website

Tampilan Website WorldView

Gambar 1. Tampilan Website Worldview

Tampilan awal ketika Anda mengunjungi website NASA EOSDIS Worldview ditunjukkan oleh Gambar 1 di atas.

Pada bagian kiri, terdapat sebuah panel yang terdiri atas tiga tab yaitu tab Layers, Events, dan Data. Secara default, tab pertama yang aktif ketika mengunjungi website tersebut yaitu tab Layers (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 1) yang terdiri dari BASE LAYERS dan OVERLAYS.

Untuk bagian OVERLAYS berisi data-data informasi sebuah tempat seperti nama tempat, jalan, batas administrasi, dan juga garis pantai. Secara default, data yang aktif pertama kali ketika kita mengunjungi website tersebut yaitu data garis pantai Coastlines yang bersumber dari OpenStreetMap (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 1).

Untuk bagian BASE LAYERS berisi data-data citra satelit sebagai peta dasar, dimana secara default data citra satelit yang aktif yaitu Citra Satelit Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang merupakan hasil perekaman dari Satelit Terra pada sensor MODIS, dengan nilai reflektansi telah terkoreksi dalam tampilan warna natural (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 1).

Pengaturan tanggal, bulan, dan tahun dari sebuah data dapat kita lakukan pada bagian yang ditunjukkan oleh angka 4 pada Gambar 1.

Anda juga dapat mengubah pengaturan tanggal, bulan, dan tahun, menggunakan tombol tanda panah (per satu hari – ditunjukkan oleh angka 5 pada Gambar 1), dan juga pada bagian slider (ditunjukkan oleh angka 7 pada Gambar 1).

Untuk membuat animasi dari data yang Anda tampilkan pada website pada rentang waktu tertentu, Anda dapat membuatnya dengan klik tombol dengan ikon video (ditunjukkan oleh angka 6 pada Gambar 1).

Untuk memperbesar (zoom in) atau memperkecil (zoom out) tampilan data, Anda dapat menggunakan tombol + untuk memperbesar dan tombol – untuk memperkecil tampilan (ditunjukkan oleh angka 8 pada Gambar 1).

Anda juga dapat membagikan peta yang tampil pada website tersebut, dengan cara klik tombol Share this map (ditunjukkan oleh angka 9 pada Gambar 1). Anda dapat membagikannya langsung ke media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Reddit, serta Anda juga dapat membagikannya melalui email. Link tampilan peta juga disediakan untuk selanjutnya dapat Anda copy dan paste ke berbagai platform lainnya.

Jika ingin mengubah sistem proyeksi data dari Geographic (EPSG: 4326) ke sistem proyeksi Arctic (EPSG: 3413) atau ke Antarctic (EPSG: 3031) dan juga sebaliknya, Anda dapat klik tombol Switch projection (ikon dengan tampilan bola dunia – ditunjukkan oleh angka 10 pada Gambar 1).

Untuk mengambil tampilan data pada website, Anda dapat klik tombol Take a snapshot (ikon dengan tampilan kamera – ditunjukkan oleh angka 11 pada Gambar 1). Anda dapat menyimpan tampilan data seluruhnya yang tampil pada layar monitor Anda atau sesuai dengan area yang Anda inginkan. Terdapat pengaturan resolusi yang dihasilkan, mulai dari 10 km hingga 30 meter, dengan format data yang tersedia yaitu JPEG, PNG, GeoTIFF, dan KMZ.

Pada tombol Information (ikon dengan tampilan huruf i – ditunjukkan oleh angka 12 pada Gambar 1), Anda dapat melakukan feedback, mendapatkan notifikasi, mengetahui lebih lanjut tentang website tersebut, serta hal informatif lainnya.

Jika ingin mencoba salah satu contoh kasus penggunaan data di Worldview, Anda dapat klik salah satu contoh kasus pada bagian jendela tampilan yang muncul di bagian tengah website (ditunjukkan oleh angka 13 pada Gambar 1), seperti misalnya kebakaran hebat di Australia dari bulan September 2019 hingga Januari 2020, kejadian Topan Dorian pada bulan September 2019, serta contoh kasus lainnya.

Menggunakan Data di Worldview

Sebagai contoh bagaimana menggunakan data yang terdapat pada website Worldview, pada postingan kali ini kami membahas penggunaan data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal yang terjadi di wilayah Indonesia pada rentang waktu yang telah ditentukan, dengan langkah-langkah detailnya dapat Anda simak berikut ini:

Data Fires and Thermal Anomalies

Gambar 2. Data Fires and Thermal Anomalies

Pada bagian tab Layers, klik tombol + Add Layers (ditunjukkan oleh angka 14 pada Gambar 2), untuk menambahkan layer baru yang berisi data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal.

Setelahnya akan muncul jendela tampilan baru yang berisi daftar data-data yang tersedia. Sebelumnya pastikan berada pada tab Hazards and Disasters (ditunjukkan oleh angka 15 pada Gambar 2), kemudian pilih bagian data Fires dan selanjutnya klik bagian Fires and Thermal Anomalies (ditunjukkan oleh angka 16 pada Gambar 2).

Berikutnya kita akan masuk pada jendela pengaturan data Fires and Thermal Anomalies yang ditunjukkan Gambar 3 di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 3. Pemilihan Sumber Data

Terdapat 5 pilihan sumber data untuk mengetahui data titik-titik kebakaran aktif dan juga data untuk mendeteksi anomali termal suatu objek seperti gunung api dan gas yang menyala.

Pada postingan kali ini, kami memilih sumber data yang berasal dari sensor MODIS dari Satelit Aqua dan Terra (ditunjukkan oleh angka 17 pada Gambar 3), dengan mencentang pada bagian Fires and Thermal Anomalies (Day and Night) (ditunjukkan oleh angka 18 pada Gambar 3).

Selesai melakukan pemilihan sumber data, silahkan tutup jendela pengaturan dengan klik tanda X (silang) pada bagian kanan atas (ditunjukkan oleh angka 19 pada Gambar 3).

Kembali ke tampilan utama website, maka sudah terdapat data yang telah dipilih sebelumnya pada bagian tab Layers | OVERLAY, seperti ditunjukkan gambar di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 4. Layer Data Fires and Thermal Anomalies (Day and Night)

Berikutnya lakukan pengaturan tanggal, bulan, dan tahun, dari data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal serta perbesar ke area yang ingin dilihat datanya, seperti ditunjukkan gambar berikut ini:

NASA Worldview

Gambar 5. Pengaturan Waktu Perekaman Data Pada Area yang Ditinjau

Perbesar kenampakan data citra satelit pada area yang ingin kita ketahui datanya dengan cara klik tombol + atau zoom (ditunjukkan oleh angka 21 pada Gambar 5). Pada postingan kali ini, kami meninjau data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal pada sebagian Pulau Sumatera.

Selanjutnya lakukan pengaturan tanggal, bulan, dan tahun, dari data tersebut pada bagian yang ditunjukkan oleh angka 22 pada Gambar 5.

Hasilnya terlihat terdapat beberapa titik-titik berwarna merah yang tersebar pada area yang kami tinjau.

Supaya data titik-titik kebakaran dan anomali termal lebih terlihat, maka kami atur tingkat transparansi dari data citra satelit sehingga terlihat lebih transparan dengan cara sebagai berikut:

NASA Worldview

Gambar 6. Pengaturan Transparansi Citra Satelit MODIS dari Satelit Terra

Klik tombol Layer options (ditunjukkan oleh angka 23 pada Gambar 6), sehingga muncul jendela pengaturan tingkat Opacity data citra satelit. Atur tingkat Opacity dengan menggeser slider (ditunjukkan oleh angka 24 pada Gambar 6). Pada postingan ini, kami mengatur tingkat Opacity menjadi hanya 30 persen. Hasil dari pengaturan dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 7. Hasil Pengaturan Tingkat Opacity Data Citra Satelit MODIS dari Satelit Terra

Terlihat dari Gambar 7 di atas, sebaran data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal lebih terlihat jelas ketika tingkat transparansi data citra satelit kita kurangi.

Membandingkan Data

Kita dapat membandingkan data titik-titik kebakaran dan anomali termal dalam dua waktu perekaman dengan cara sebagai berikut:

NASA Worldview

Gambar 8. Membandingkan Dua Data

Pada bagian tab Layers, klik tombol Start Comparison (ditunjukkan oleh angka 25 pada Gambar 8), sehingga nantinya jendela tampilan website akan menampilkan dua data sekaligus, seperti ditunjukkan gambar di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 9. Tampilan Perbandingan Data

Secara default, mode perbandingan data yang digunakan yaitu mode Swipe (ditunjukkan oleh angka 26 pada Gambar 9).  Dengan penggunaan mode tersebut, kita dapat melihat perbandingan data dengan cara menggeser sebuah tanda panah dari kiri ke kanan dan sebaliknya.

Tentukan data baru yang hendak dibandingkan dengan data awal, dengan cara mengatur waktu perekaman pada bagian slider pengaturan waktu perekaman (ditunjukkan oleh angka 27 pada Gambar 9). Pada postingan ini, kami mengatur data baru mempunyai waktu perekaman tanggal 30 Agustus 2019 atau berselang 10 hari dari data awal yang mempunyai waktu perekaman 20 Agustus 2019. Data yang baru ditandai dengan huruf B, sedangkan data awal ditunjukkan dengan huruf A.

Jika misalnya data baru yang hendak kita bandingkan mempunyai perbedaan bulan atau tahun perekaman yang jauh dengan data awal, maka kita bisa mengubah skala waktunya dari harian menjadi bulan atau tahun pada bagian yang ditunjukkan warna orange pada Gambar 9.

Dari hasil perbandingan, terlihat bahwa titik-titik kebakaran aktif atau anomali termal pada area yang ditinjau lebih banyak terjadi pada waktu perekaman 30 Agustus 2019 dibandingkan 20 Agustus 2019. Terlihat juga bahwa terdapat titik-titik kebakaran atau anomali termal pada waktu perekaman 20 Agustus 2019 yang masih aktif pada waktu perekaman 30 Agustus 2019. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kebakaran atau anomali termal di titik tersebut masih berlangsung.

Selain mode perbandingan Swipe, terdapat juga pilihan mode perbandingan yang lain seperti mode Opacity yaitu membandingkan dua data dengan cara mengatur tingkat transparansi diantara dua data tersebut. Mode perbandingan Opacity agak sulit memberikan hasil yang baik karena tampilan warna data citra satelit dan data titik-titik kebakaran serta anomali termal diantara kedua data tersebut sama.

Mode perbandingan terakhir yang tersedia yaitu mode Spy. Dengan menggunakan mode perbandingan ini, data utama yang ditampilkan yaitu data dengan waktu perekaman yang diatur terakhir, dan data awal yang kita pilih menjadi data yang akan terlihat ketika kita menggerakan sebuah jendela tampilan berbentuk bulat, seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 10. Perbandingan Dua Data dengan Mode Spy

Data awal atau data yang diberi huruf A ditampilkan dalam sebuah jendela tampilan berbentuk lingkaran (ditunjukkan oleh angka 29 pada Gambar 10). Gerakkan lingkaran tersebut menggunakan mouse komputer Anda untuk melihat perbandingannya dengan data yang baru (ditunjukkan oleh angka 30 pada Gambar 10).

Membuat Animasi

Kita juga dapat membandingkan dua data bahkan lebih dengan membuat animasi dari data-data yang tersedia pada waktu perekaman tertentu, dengan cara sebagai berikut:

NASA Worldview

Gambar 11. Membuat Animasi Data di Worldview

Klik tool dengan tampilan ikon kamera (ditunjukkan oleh angka 31 pada Gambar 11), selanjutnya akan muncul jendela pengaturan pembuatan animasi.

Pada jendela pengaturan pembuatan animasi, atur waktu perekaman data yang hendak dibuat animasi (ditunjukkan oleh angka 32 pada Gambar 11). Pada postingan ini, kami ingin membuat animasi data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal dari tanggal 20 Agustus 2019 sampai 23 Agustus 2019 (4 hari).

Berikutnya atur jumlah frame per detiknya (Frames Per Second) (ditunjukkan oleh angka 33 pada Gambar 11). Pada postingan ini, kami membuat jumlah frame yang ditampilkan per detiknya yaitu 1, sehingga dengan total data yang akan dibuat animasi berjumlah 4 data, maka total waktu animasinya menjadi 4 detik.

Selesai melakukan pengaturan, klik tombol Create Animated GIF (ditunjukkan oleh angka 34 pada Gambar 11), untuk memulai pengaturan lebih lanjut dari animasi yang hendak dibuat.

Selanjutnya akan muncul jendela tampilan pengaturan untuk menentukan luasan area yang hendak dibuat animasi serta tingkat resolusi per pikselnya.

NASA Worldview

Gambar 12. Pengaturan Resolusi serta Luasan Data yang Hendak Dibuat Animasi

Atur luasan area yang akan dibuat animasi (ditunjukkan oleh angka 35 pada Gambar 12). Selanjutnya, tentukan tingkat resolusi per piksel dari data yang hendak dibuat animasi. Pada postingan kali ini, kami menentukan resolusi per pikselnya yaitu 1 km (ditunjukkan oleh angka 36 pada Gambar 12).

Jika Anda ingin informasi waktu perekaman masing-masing data yang dibuat terdapat pada animasi, maka pastikan bagian Include Date Stamps sudah dicentang (ditunjukkan oleh angka 37 pada Gambar 12).

Informasi mengenai waktu perekaman data, kecepatan animasi, ukuran animasi, dan lain sebagainya, dapat Anda ketahui pada area yang ditandai warna orange pada Gambar 12.

Selesai melakukan pengaturan, klik tombol Create GIF (ditunjukkan oleh angka 38 pada Gambar 12) untuk memulai proses pembuatan animasi.

Hasil dari pembuatan animasi akan tampak seperti gambar di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 13. Animasi Data

Informasi mengenai ukuran file animasi, kecepatan, range waktu perekaman data, serta inkremen, dapat Anda lihat pada bagian yang ditandai warna merah pada Gambar 13.

Jika Anda ingin mengunduh (download) animasi data yang telah dibuat sehingga dapat dilihat secara offline, Anda tinggal klik tombol Download (ditunjukkan oleh angka 39 pada Gambar 13).

Dan berikut tampilan animasi hasil download dalam format GIF:

NASA Worldview

Animasi Data dalam Format GIF

Mengetahui Peristiwa di Berbagai Belahan Bumi

Berbagai peristiwa terutamanya bencana alam yang terjadi di semua belahan bumi, dapat kita ketahui dan lihat juga di website Worldview pada tab Events, seperti ditunjukkan gambar di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 14. Daftar Berbagai Peristiwa di Belahan Bumi pada Website Worldview

Silahkan Anda klik tab Events (ditunjukkan oleh angka 40 pada Gambar 14), setelahnya Anda dapat melihat daftar berbagai peristiwa yang umumnya merupakan bencana alam yang terjadi di bumi ini.

Jika ingin mengetahui lokasi suatu peristiwa, silahkan klik pada informasi peristiwa tersebut (ditunjukkan oleh angka 41 pada Gambar 14), yang selanjutnya secara otomatis website akan bergerak menuju lokasi dimana peristiwa tersebut terjadi (ditunjukkan oleh angka 42 pada Gambar 14).

Unduh Data

Beragam data yang terdapat pada website Worldview dapat Anda unduh (download), walaupun terdapat beberapa data yang tidak dapat diunduh seperti data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal yang bersumber dari data Citra Satelit MODIS hasil perekaman Satelit Terra dan Aqua (data yang digunakan sebagai contoh pada postingan ini), beberapa data citra satelit yang digunakan sebagai peta dasar seperti Citra Satelit MODIS hasil perekaman Satelit Aqua dengan tampilan warna natural yang telah dikoreksi nilai reflektansinya, data garis pantai yang bersumber dari data OpenStreet Map, serta beberapa data lainnya.

Cara mengunduh data yang berada pada website Worldview adalah sebagai berikut:

NASA Worldview

Gambar 15. Pemilihan Data yang Hendak Diunduh

Berhubung data yang digunakan sebelumnya yaitu data titik-titik kebakaran aktif dan anomali termal yang bersumber dari data Citra Satelit MODIS hasil perekaman Satelit Terra dan Aqua merupakan salah satu data yang tidak dapat diunduh, maka kami menggunakan data baru berupa data titik-titik kebakaran dan anomali termal yang bersumber dari data Citra Satelit MODIS hasil perekaman Satelit Aqua opsi Fires and Thermal Anomalies (Day). Cara menambahkan data tersebut sama dengan yang telah dilakukan sebelumnya, atau jika terlupa dapat dilihat lagi Gambar 2 dan Gambar 3 beserta penjelasannya.

Setelahnya silahkan klik tab Data (ditunjukkan oleh angka 43 pada Gambar 15). Pada bagian tab Data terdapat informasi daftar data yang dapat diunduh dan tidak dapat. Untuk mengunduh data yang telah ditambahkan sebelumnya, kita tinggal klik tombol radio pada data yang hendak diunduh (ditunjukkan oleh angka 44 pada Gambar 15).

Selanjutnya perkecil (zoom out) tampilan website sampai terlihat scene yang meng-cover data tersebut. Supaya scene yang berisi data titik-titik kebakaran tersebut dapat kita unduh, maka klik simbol + (ditunjukkan oleh angka 46 pada Gambar 15).

NASA Worldview

Gambar 16. Download Data yang Telah Dipilih

Jika scene yang meng-cover data telah ditambahkan untuk diunduh, maka tanda + pada scene tersebut berubah menjadi tanda – (ditunjukkan oleh area yang ditandai warna merah pada Gambar 16). Jika ingin menambah scene lain yang ingin Anda unduh, silahkan cari scene lain kemudian klik tanda +, seperti yang dilakukan pada cara sebelumnya.

Setelah selesai melakukan pemilihan, selanjutnya klik tombol Download Data (ditunjukkan oleh angka 47 pada Gambar 16). Sesudahnya akan muncul jendela tampilan link download data, seperti ditunjukkan gambar di bawah ini:

NASA Worldview

Gambar 17. Link Download Data

Bagian yang ditunjukkan oleh angka 48 pada Gambar 17 merupakan link download data utama beserta data pendukungnya seperti metadata, user guide, serta data pendukung lainnya.

Beberapa data yang hendak diunduh mengharuskan mempunyai akun pada website dimana data tersebut berada seperti akun pada website Earthdata. Oleh karena itu pastikan sudah membuat akun pada website tersebut (gratis).

Terdapat juga pilihan Bulk Download (ditandai oleh area berwarna hijau pada Gambar 17) untuk melakukan pengunduhan semua data utama dan data pendukung secara sekaligus.

***

Sekian postingan kali ini. Semoga dapat memberi manfaat bagi Anda. Sampai jumpa pada postingan kami berikutnya. Insya Allah.

Video Terkait:

POSTINGAN MENARIK LAINNYA:

1). [Tutorial] Menampilkan Informasi Cuaca di QGIS

2). [Tutorial] Cara Memperoleh Anotasi di Google Maps

3). [Tutorial] Membuat Area Buffer dalam Beberapa Radius Menggunakan QGIS

4). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x

5). [Tutorial] Stacking Data Citra Satelit Menggunakan QGIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: