Leave a comment

Beragam Peristiwa Besar di Tahun 2020 yang Terekam Satelit Observasi Bumi

This slideshow requires JavaScript.

DAPATKAN DATA CITRA SATELIT RESOLUSI SANGAT TINGGI WORLDVIEW-3 BESERTA PENGOLAHAN DAN MAPPING DENGAN HARGA YANG KOMPETITIF DI MAP VISION

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI KAMI PADA NOMOR TELEPON: 0857 2016 4965 | E-MAIL: mapvisionindonesia@gmail.com

Kalau ditanya kepada setiap orang yang ada di muka bumi ini mengenai peristiwa global terbesar yang terjadi tahun 2020, pasti kita semua sepakat dengan pandemi Corona yang mewabah ke hampir seluruh penjuru dunia dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Di Indonesia, per tanggal 31 Desember 2020, virus Corona telah menjangkiti 735 ribu orang, dengan jumlah kasus harian tertinggi sudah menyentuh lebih dari 8000 orang per harinya, serta jumlah orang yang meninggal nyaris mencapai 22 ribu orang.

Bahkan kabar yang terbaru, Pemerintah Inggris menemukan varian baru dari virus Corona yang diklaim memiliki tingkat penyebaran 70 persen lebih cepat dibandingkan Virus Corona awal.

Corona membuat sebagian besar dari kita mengalami tahun 2020 yang tidak mengenakkan. Selain membuat banyak orang sakit bahkan meninggal, Corona membuat ekonomi tertatih-tatih. Semoga saja tahun 2021 mendatang, pandemi Corona akan berakhir dan kehidupan berjalan normal kembali seperti biasanya. Aamiin.

BACA JUGA:

1). Cara Mengolah Citra Penginderaan Jauh

2). Cara Mendapatkan Citra Satelit

3). Citra Satelit Resolusi Tinggi

4). Melihat yang Tidak Terlihat Menggunakan SWIR

5). Interpretasi Citra Penginderaan Jauh (Lengkap Disertai Contoh)[Bagian 1]

Selain Corona, terdapat beragam peristiwa besar yang terjadi sepanjang tahun 2020, yang terabadikan oleh hasil perekaman satelit observasi bumi milik perusahaan Maxar Technologies – perusahaan yang memiliki satelit-satelit penghasil citra dengan resolusi spasial sangat tinggi seperti WorldView-3, WorldView-2, WorldView-1, GeoEye-1, dan beberapa satelit lainnya. Apakah saja itu?, berikut daftarnya:

1). Januari 2020Kebakaran Hutan di Australia

Tidak hanya di negara kita, kebakaran besar juga sering terjadi di wilayah negara tetangga kita, Australia. Berdasarkan data dari Dewan Nasional untuk Layanan Kebakaran dan Darurat Australia, tercatat lebih dari 17 juta hektar terbakar dari tahun 2019 hingga 2020. Namun sebagian besar penyebab kebakaran hutan yang terjadi di Australia diakibatkan oleh faktor alam, salah satunya yang dipicu oleh sambaran petir. Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, kebakaran justru banyak terjadi karena ulah tangan manusia untuk kepentingan pembukaan lahan yang baru.

Citra Satelit WorldView-3 berikut ini memperlihatkan tampilan kebakaran yang terjadi di wilayah sebelah timur Orbost, Victoria, Australia, pada tanggal 4 Januari 2020:

Citra Satelit Kebakaran Hutan di Australia Tahun 2020

Citra Satelit WorldView-3 Tampilan Warna Natural Pada Peristiwa Kebakaran yang Terjadi di Wilayah Orbost, AustraliaTanggal 4 Januari 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit WorldView-3 di atas memperlihatkan keadaan di wilayah kebakaran dalam tampilan warna natural. Terlihat dari citra satelit tersebut kepulan asap hasil kebakaran, namun kita tidak mendapat informasi lain terkait kebakaran di wilayah tersebut seperti titik api kebakaran yang masih aktif, area yang sudah terbakar, serta informasi lainnya. Untuk mendapatkan informasi tersebut, maka digunakan juga Citra Satelit WorldView-3 pada bandband yang berada pada spektrum gelombang pendek inframerah – Short Wave InfraRed (SWIR), yang dapat “menembus” asap hasil kebakaran, seperti yang dapat kita lihat berikut ini:

Citra Satelit Kebakaran Hutan di Australia Menggunakan Band-Band SWIR

Citra Satelit WorldView3 Menggunakan BandBand SWIR Pada Peristiwa Kebakaran yang Terjadi di Wilayah Orbost, AustraliaTanggal 4 Januari 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Terlihat dari Citra Satelit WorldView-3 dengan menggunakan bandband SWIR, keberadaan asap telah “menyingkir” sehingga objek-objek di wilayah yang terbakar dapat terlihat.

Objek berwarna orange kemerah-merahan menandakan titik-titik api yang masih aktif, warna hitam menunjukkan area yang telah terbakar, sedangkan warna biru merupakan area hutan yang tidak terbakar.

Penggunaan Citra Satelit WorldView-3 dengan bandband SWIR tersebut, sangat bermanfaat dalam penanggulangan kebakaran yang terjadi, karena pihak pengambil kebijakan akan mengetahui dimana titik-titik api yang masih aktif, sehingga dapat diterjunkan tim pemadam kebakaran menuju lokasi yang tepat sesegera mungkin supaya kebakaran tidak semakin membesar.

2). Februari 2020

  • Pembangunan Rumah Sakit yang Cepat di Wuhan, China

Kota Wuhan di China diyakini sebagai pangkal penyebaran virus Corona, oleh karenanya warga di kota tersebut yang paling awal banyak terjangkit oleh virus Corona.

Banyaknya penduduk di Wuhan yang terkena virus Corona, sedangkan fasilitas kesehatan yang ada sudah penuh oleh pasien Corona dan pasien karena sakit lainnya, membuat pemerintah setempat bergegas membangun dua rumah sakit “dadakan” dengan kapasitas yang cukup besar. Citra satelit resolusi sangat tinggi dari Maxar Technologies memperlihatkan kondisi sebelum dan sesudah pembangunanrumah sakit tersebut:

Citra Satelit Memperlihatkan Proses Pembangunan Rumah Sakit yang Cepat di Wuhan

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Sebelum dan Sesudah Pembangunan Rumah Sakit di Wuhan
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Hal menarik dari pembangunan rumah sakit yang bernama Huoshenshan ini yaitu cepatnya pendirian rumah sakit yang sebenarnya tergolong berukuran besar dengan fasilitas lengkap tersebut. Hanya diperlukan waktu 10 hari saja untuk membangun RS Huoshenshan, dari awal pembangunan tanggal 23 Januari 2020 dan selesai tanggal 2 Februari 2020.

RS Huoshenshan memiliki luasan 60 ribu meter persegi yang terdiri dari dua lantai, memiliki 1000 ranjang, serta mempunyai 30 ruang perawatan intensif.

  • Kamp Pengungsi di Suriah

Perang saudara yang terjadi di Suriah terus berlangsung terutama yang terjadi di Provinsi Idlib. Oleh karenanya, berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), sekitar 900 ribu warga yang tidak ikut peperangan terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke kamp-kamp pengungsian. Kenampakan salah satu kamp pengungsian di Suriah, dapat dilihat dari citra satelit resolusi sangat tinggi dari perusahaan Maxar Techologies, yang berada di dekat wilayah Kafaldin, Suriah, yang direkam pada tanggal 16 Februari 2020.

Citra Satelit Kamp Pengungsi di Suriah

Citra Satelit Memperlihatkan Padatnya Kamp Pengungsi yang Terdapat di Dekat Wilayah Kafaldin, SuriahTanggal Perekaman 16 Februari 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

3). Maret 2020Dampak Corona di Seluruh Dunia

Penyebaran virus Corona yang cepat, membuatnya tidak hanya terjadi di Kota Wuhan dan di Negara China, tapi bergerak hampir ke seluruh penjuru dunia.

Untuk mencegah penyebaran yang semakin meluas, pemerintah masing-masing negara membuat berbagai kebijakan, seperti melarang warganya bepergian menuju negara-negara yang penduduknya sudah banyak terjangkit virus Corona dan juga sebaliknya tidak memperbolehkan penduduk dari negara lain terutama yang virus-nya sudah merebak, masuk ke negara tersebut. Kebijakan tersebut berimbas terhadap sektor penerbangan yang langsung tiarap, sehingga banyak disaksikan di berbagai bandara, pesawat-pesawat terbang komersial yang terpakir di bandara, seperti ditunjukkan pada citra satelit berikut:

Citra Satelit GeoEye-1 Memperlihatkan Deretan Pesawat Terbang di Bandara Honululu, Hawaii

Citra Satelit GeoEye1 Memperlihatkan Deretan Pesawat Terbang di Bandar Udara yang berada di Honolulu, HawaiiTanggal Perekaman 29 Maret 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit GeoEye-1 di atas memperlihatkan deretan pesawat terbang yang berjejer rapih di landsan pacu Bandara Honululu, Hawaii. Pesawat-pesawat tersebut terpaksa harus menjadi “pengangguran” dan tidak melayani penerbangan dari dan ke bandara tersebut, supaya penyebaran Corona tidak semakin mengerikan.

Jejeran pesawat terbang yang harus berhenti beroperasi juga dapat dilihat pada citra satelit berikut ini:

Citra Satelit WorldView-3 Memperlihatkan Jejeran Pesawat Terbang di Bandar Udara German International Airport yang berada di Frankfurt, Jerman– Tanggal Perekaman 26 Maret 2020

Citra Satelit WorldView3 Memperlihatkan Jejeran Pesawat Terbang di Bandar Udara German International Airport yang berada di Frankfurt, JermanTanggal Perekaman 26 Maret 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Jejeran pesawat terbang yang diatur sedemikian rupa, terparkir cantik di landasan pacu Bandara German International Airport yang berada di Frankfurt, Jerman. Selain disimpan pada bagian landasan pacu, terlihat juga beberapa pesawat lain berada di bagian apron bandara.

Pengolahan Citra Penginderaan Jauh

Sangat sedikitnya orang yang melancong ke wilayah lain, membuat usaha rental mobil pun mengalami kelesuan, seperti yang terlihat pada citra satelit berikut ini:

Citra Satelit GeoEye-1 Memperlihatkan “Ledakan” Mobil Sewaan yang Terpakir di Wilayah Phoenix, Arizona, Amerika Serikat – Tanggal Perekaman 16 Maret 2020

Citra Satelit GeoEye1 MemperlihatkanLedakanMobil Sewaan yang Terpakir di Wilayah Phoenix, Arizona, Amerika SerikatTanggal Perekaman 16 Maret 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

“Ledakan” mobil sewaan terpantau memadati sebuah area parkir di wilayah yang ada di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Larangan bepergian serta orang yang lebih banyak memilih tinggal di rumah untuk menghindari terjangkit virus Corona, membuat usaha mobil sewaan menjadi kolaps.

Beranjak ke Benua Asia, terlihat dari citra satelit, sebuah lahan kosong di Pemakaman Beheshte Masoumeh, Iran, sedang digali, yang diperkirakan untuk membuat liang lahat baru, yang diperkirakan sebagai area pemakaman bagi mereka yang meninggal karena virus Corona.

Citra Satelit WorldView-3 Memperlihatkan Area Pemakaman Beheshte Masoumeh di Iran yang Membuat Galian Makam Baru yang Diduga untuk Mereka yang Meninggal karena Corona – Tanggal Perekaman 1 Maret 2020

Citra Satelit WorldView3 Memperlihatkan Area Pemakaman Beheshte Masoumeh di Iran yang Membuat Galian Makam Baru yang Diduga untuk Mereka yang Meninggal karena CoronaTanggal Perekaman 1 Maret 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Iran sendiri merupakan salah satu negara yang penduduknya banyak terjangkit virus Corona pada awal merebaknya virus tersebut, walau ditengarai Pemerintah Iran tidak memberikan data yang valid terkait total jumlah warganya yang terkena Corona, terutama tingkat kematiannya. Namun dari citra satelit, terlihat bahwa banyak area-area pemakaman baru yang menandakan tingginya tingkat kematian yang terjadi dalam waktu yang berdekatan.

Selain berdampak pada sektor penerbangan yang tentunya terkait dengan sektor lain seperti pariwisata dan beragam sektor lainnya, kemudian jumlah area pemakaman baru yang banyak dibuka akibat tingkat kematian tinggi, Corona sendiri memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia olahraga.

Dunia olahraga yang “mengundang” kerumunan, mau tidak mau harus dihentikan penyelenggarannya untuk sementara waktu, demi menghindari penyebaran virus Corona yang semakin masif. Seperti berbagai liga sepakbola di Benua Eropa yang sempat dihentikan sementara waktu, begitu juga liga sepakbola dalam negeri yang ditangguhkan tanpa ada kepastian kapan bergulir kembali.

Berbagai ajang olahraga internasional banyak yang diundur dan dibatalkan, seperti gelaran olahraga sepakbola Piala Dunia U-20 yang rencananya berlangsung di negara kita pada tahun 2021 ini harus dibatalkan dan akan dihelat kembali pada tahun 2023, kemudian Piala Eropa 2020 yang seharusnya bergulir dari tanggal 12 Juni hingga 12 Juli 2020 harus diundur menjadi tahun 2021 ini, begitu juga ajang olahraga multicabang 4 tahunan yakni Olimpiade 2020 yang rencananya akan berlangsung di Tokyo, Jepang, pada bulan Juli 2020, ikut ditunda dan baru akan dilaksanakan tahun 2021 ini.

Citra Satelit WorldView-3 Menunjukkan Kompleks Olahraga untuk Ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang – Tanggal Perekaman 6 Januari 2020

Citra Satelit WorldView3 Menunjukkan Kompleks Olahraga untuk Ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, JepangTanggal Perekaman 6 Januari 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra satelit di atas memperlihatkan kompleks olahraga untuk ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, mulai dari Olympic Stadium (berbentuk oval dengan atap berwarna putih) yang rencananya merupakan tempat acara pembukaan dan penutupan Olimpiade 2020, kemudian tampak juga Tokyo Metropolitan Gymnasium (berbentuk bulat dengan atap warna silver), yang nantinya digunakan untuk pertandingan cabang tenis meja.

4). April 2020Dampak Corona Terhadap Acara Keagamaan

Semua sektor tidak luput dari “hantaman” Corona, termasuk kegiatan keagamaan. Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk sementara waktu meniadakan ibadah umrah, sedangkan untuk ibadah haji terbatas hanya untuk 10 ribu orang saja bagi warga dari 160 negara yang tinggal di Arab Saudi.

Penghentian ibadah umrah, pembatasan ibadah haji, serta larangan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan, membuat area Ka’bah dan sekitarnya terlihat sangat sepi, seperti dapat kita saksikan pada citra satelit berikut ini:

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Suasana Sekitar Kabah dan Masjidil Haram yang Sangat Sepi Akibat Merebaknya Pandemi Corona di Arab Saudi

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Suasana Sekitar Kabah dan Masjidil Haram yang Sangat Sepi Akibat Merebaknya Pandemi Corona di Arab Saudi
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Selain umat Islam yang tidak dapat menunaikan ibadah umrah dan haji, umat beragama lain pun mengalami hal yang sama, seperti yang terjadi di Roma, Italia. Perayaan Minggu Palem (Palm Sunday) yang biasa dilakukan di St. Peter’s Square, juga tidak dapat dilakukan. Biasanya puluhan ribu orang berkumpul di tempat tersebut untuk mendengarkan Paus yang memimpin misa, namun seperti diperlihatkan citra satelit di bawah ini, kondisinya kosong melompong.

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Lengangnya Kondisi di St. Peter’s Square, Roma, Italia, Pada Saat Minggu Palem

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Lengangnya Kondisi di St. Peters Square, Roma, Italia, Pada Saat Minggu Palem
(Image Copyright: Maxar Technologies)

5). Mei 2020

  • Aksi Akrobatik Jet Tempur Militer Amerika Serikat

Jet-jet tempur militer dari Angkatan Udara Amerika Serikat yang bernama Thunderbirds, serta yang berasal dari Angkatan Laut yakni Blue Angels, melakukan aksi akrobatik di udara pada sejumlah wilayah di Amerika Serikat, sebagai bentuk dukungan kepada para petugas medis, relawan, serta pekerja penting lainnya yang tengah bertarung melawan pandemi Corona.

Satelit observasi bumi milik Maxar Technologies merekam aksi tersebut pada tanggal 2 Mei 2020 di wilayah metro Baltimore – Washington, yang hasilnya dapat dilihat pada citra satelit di bawah ini:

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Aksi Akrobatik yang Dilakukan Jet-Jet Tempur Militer Amerika Serikat Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Petugas Medis, Relawan, serta Pekerja Lain yang Terkait dalam Penanganan Pandemi Corona

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Aksi Akrobatik yang Dilakukan JetJet Tempur Militer Amerika Serikat Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Petugas Medis, Relawan, serta Pekerja Lain yang Terkait dalam Penanganan Pandemi Corona
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Jet-jet tempur Blue Angels diperlihatkan citra satelit bagian kiri, sedangkan Thunderbirds pada citra satelit bagian kanan.

Pada citra satelit bagian kanan, terlihat seperti terdapat objek berwarna biru yang mirip bentuknya dengan jet tempur Thunderbirds. Objek tersebut merupakan sebuah artefak (terdapat sebuah kerusakan yang membuat sebuah tampilan tidak tampak seperti semestinya), yang disebabkan karena perbedaan waktu perekaman sepersekian detik antara sensor untuk moda pankromatik dengan moda multispektral, sehingga ketika dilakukan Pansharpening atau penggabungan kedua moda citra satelit tersebut, objek-objek yang tengah bergerak seperti pesawat terbang, mobil, serta objek bergerak lainnya, tampil tidak semestinya.

  • Roket Falcon 9 Meluncur Menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional

Roket Falcon 9 milik SpaceX – perusahaan antariksa kepunyaan Elon Musk, meluncur menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) pada tanggal 30 Mei 2020.

Peluncuran roket ini cukup bersejarah karena merupakan pertama kalinya semenjak hampir sedekade yang lampau, Amerika Serikat mengirimkan astronotnya kembali, dimana tempat peluncurandilakukan di wilayah Amerika Serikat sendiri yakni di Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat.

Douglas Hurley dan Robert Behnken merupakan dua astronot NASA yang bertugas pada misi kali ini. Mereka berdua akan menempati sebuah kapsul bernama Crew Dragon yang ditempatkan pada bagian atas roket.

Satelit WorldView-1 melakukan perekaman 2 menit setelah roket Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon meluncur ke ruang angkasa, seperti diperlihatkan citra satelit berikut ini:

Citra Satelit WorldView-1 Memperlihatkan Roket Falcon 9 dengan Crew Dragon Meluncur Menuju Ruang Angkasa

Citra Satelit WorldView1 Memperlihatkan Roket Falcon 9 dengan Crew Dragon Meluncur Menuju Ruang Angkasa
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Posisi sudut perekaman Satelit WorldView-1 dibuat sangat tinggi yakni 67 derajat, sehingga posisi objek utama dapat terlihat dari samping.

Terdapat dua kesuksesan besar pada misi kali ini, yaitu kembalinya roket Falcon 9 ke Bumi setelah mengantar dua astronot menuju ruang angkasa. Hal ini membuat penggunaan roket dapat digunakan berulang kali yang akan berdampak baik pada penghematan biaya peluncuran, serta mengurangi sampah di ruang angkasa. Sedangkan kesuksesan yang kedua dan hal ini merupakan yang terbesar, yakni kembalinya dua astronot tersebut menjejakkan kakinya kembali ke Bumi dengan menggunakan kapsul Crew Dragon, setelah 63 hari lamanya di ISS.

Keberhasilan luar biasa SpaceX pada misi ini, membuat cita-cita Elon Musk terkait wisata ke ruang angkasa bagi masyarakat umum akan semakin mendekati kenyataan.

6). Juni 2020

  • Mural Raksasa Black Lives Matter di Jalanan Menuju Gedung Putih

Sebagai bagian dari gerakan Black Lives Matter yang kembali menyeruak selepas terdapatnya dugaan tindakan rasialis oknum kepolisian Amerika Serikat kepada George Flyod hingga menyebabkannya meninggal dunia, warga Amerika Serikat melakukan aksi unjuk rasa dengan salah satu bagian dari aksi tersebut yaitu membuat mural bertuliskan Black Lives Matter di sepanjang jalan 16th NW, Washington DC, Amerika Serikat, seperti diperlihatkan berikut ini:

Citra Satelit GeoEye-1 Memperlihatkan Mural Black Lives Matter Pada Aksi Unjuk Rasa Terkait Kematian George Floyd – Tanggal Perekaman 24 Juni 2020

Citra Satelit GeoEye1 Memperlihatkan Mural Black Lives Matter Pada Aksi Unjuk Rasa Terkait Kematian George FloydTanggal Perekaman 24 Juni 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Lokasi pembuatan mural sendiri berada tidak jauh dengan Gedung Putih (bagian kanan citra satelit).

  • Tumpahan Minyak di Rusia Membuat Sungai MenjadiBerdarah

21 ribu ton minyak diesel tumpah dari tangki penyimpananyang berada di pembangkit listrik termal milik Norilsk Nickel. Tumpahan minyak diesel tersebut mencemari Sungai Ambarnaya di Lingkaran Arktik, Rusia, dan membuat warna sungai berubah menjadi merah.

Peristiwa tersebut terjadi tanggal 29 Mei 2020 yang diakibatkan oleh tenggelamnyatiang-tiang penyangga di ruang bawah tanah tangki penyimpanan yang diduga kerena suhu menghangat secara tidak normal sehingga menyebabkan lapisan tanah beku atau ibun abadi (permaforst) di bawah tangki mencair.

Saat ini upaya pembersihan tumpahan minyak terus dilakukan, seperti yang diperlihatkan citra satelit berikut:

Citra Satelit GeoEye-1 Memperlihatkan Kondisi Sungai Ambarnaya di Lingkaran Arktik, Rusia, yang Tercemar Oleh Tumpahan Minyak Diesel – Tanggal Perekaman 6 Juni 2020

Citra Satelit GeoEye1 Memperlihatkan Kondisi Sungai Ambarnaya di Lingkaran Arktik, Rusia, yang Tercemar Oleh Tumpahan Minyak DieselTanggal Perekaman 6 Juni 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit GeoEye-1 perekaman tanggal 6 Juni 2020 di atas memperlihatkan upaya pembersihan tumpahan minyak diesel di Sungai Ambarnaya. Terlihat beberapa area sungai sudah tampak lebih bersih, walaupun sebagian kecil area lain masih pekat tertutup tumpahan minyak terutama pada bagian atas citra satelit.

  • Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan di Kawasan Perbatasan

Pihak Korea Utara meledakkan kantor penghubung dengan Korea Selatan di Kawasan Perbatasan Kaesong, pada tanggal 16 Juni 2020, ketika waktu menunjukkan hampir jam 3 subuh waktu setempat.

Sehari setelah peledakan, Korea Utara mengungkapkan alasan dibalik peledakan yang terjadi. Mereka menganggap bahwa Korea Selatan telah melanggar perjanjian 2018 dan menuduh Korea Selatan sebagai “boneka Amerika Serikat” karena bersedia menerima tawaran kerja Korea Selatan – Amerika Serikat di bawah paksaan.

Kenampakan sebelum dan sesudah kantor tersebut diledakkan, dapat dilihat pada citra satelit berikut:

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kantor Penghubung antara Korea Utara dan Korea Selatan yang Berada di Kaesong Sebelum Terjadinya Ledakan

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kantor Penghubung antara Korea Utara dan Korea Selatan yang Berada di Kaesong Sebelum Terjadinya Ledakan
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kantor Penghubung antara Korea Utara dan Korea Selatan yang Berada di Kaesong Sesudah Terjadinya Ledakan

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kantor Penghubung antara Korea Utara dan Korea Selatan yang Berada di Kaesong Sesudah Terjadinya Ledakan
(Image Copyright: Maxar Technologies)

  • Bendungan di Ethiopia Selesai Dibangun

Nama singkatan bendungan ini seperti sebuah penyakit yakni bernama GERD yang mempunyai kepanjangan Grand Ethiopian Renaissance Dam.

Pembangunan bendungan dilakukan di Sungai Nil Biru yang merupakan anak Sungai Nil, semenjak tahun 2011, dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2023 mendatang.

Citra Satelit WorldView-3 dari Maxar Technologies dengan tanggal perekaman 26 Juni 2020 memperlihatkan kenampakan bendungan yang terlihat hampir rampung tersebut, dan dikabarkan sudah mulai melakukan pengisian air selama musim panas.

Citra Satelit WorldView-3 Memperlihatkan Kenampakan Bendungan GERD

Citra Satelit WorldView3 Memperlihatkan Kenampakan Bendungan GERD
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Projek bendungan ini memicu tensi panas antara Ethiopia, Sudan, dan Mesir. Dua negara yang terakhir disebut protes karena jumlah air yang menuju hilir akan jauh berkurang oleh keberadaan bendungan tersebut. Mesir bahkan sudah mengadukan Ethiopia ke Dewan Keamanan PBB pada tanggal 1 Mei 2020 yang lalu, setelah Ethiopia mengumumkan rencananya untuk memulai pengisian bendungan tahap pertama.

7). Juli 2020

  • Iran Hancurkan Tiruan Kapal Induk Amerika Serikat

Pada latihan perang yang dilakukan di Selat Hormuz, militer Iran melakukan peledakan bentuk tiruan dari kapal induk Amerika Serikat menggunakan rudal.

Citra Satelit WorldView-2 tanggal perekaman 26 Juli 2020 dari Maxar Technologies memperlihatkan simulasi perang tersebut.

Citra Satelit WorldView-2 Memperlihatkan Simulasi Perang Militer Iran di Selat Hormuz

Citra Satelit WorldView2 Memperlihatkan Simulasi Perang Militer Iran di Selat Hormuz
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Latihan perang tersebut memicu reaksi keras dari Amerika Serikat yang menilai sebagai tindakan agresif dan intimidatif.

  • Ketegangan Berkobar di Sepanjang Perbatasan India dan China

Ketegangan berkobar antara militer India dengan China di sepanjang perbatasan kedua negara tersebut terutamanya di wilayah Lembah Sungai Galwan dan Line of Actual Control (LAC) atau Garis Kontrol Aktual, yang disebabkan kedua belah pihak menuding satu sama lain telah melanggar perjanjian yang telah disepakati.

Citra Satelit WorldView-3 tanggal perekaman 22 Juli 2020 di bawah ini memperlihatkan tentara Cina yang membangun tenda serta tempat berlindung pada Patrol Point 14 di LAC, namun memindahkannya pada bulan Juli 2020.

Citra Satelit WorldView-3 Memperlihatkan Tenda dan Tempat Perlindungan yang Dibangun oleh Tentara Cina di Wilayah Patrol Point 14 di LAC – Tanggal Perekaman 22 Juni 2020

Citra Satelit WorldView3 Memperlihatkan Tenda dan Tempat Perlindungan yang Dibangun oleh Tentara Cina di Wilayah Patrol Point 14 di LACTanggal Perekaman 22 Juni 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

8). Agustus 2020

  • Ledakan Dahsyat di Lebanon

Ledakan dahsyat terjadi di pelabuhan yang berada di Ibu Kota Lebanon, Beirut, pada tanggal 4 Agustus 2020, pukul 18:08 waktu setempat. Kuatnya dentuman ledakan tersebut dapat terdengar di seantero negara Lebanon dan bahkan getarannya terasa hingga Nikosia yang merupakan Ibu Kota Negara Kepulauan Siprus yang berjarak 240 kilometer dari lokasi ledakan.

Pemicu ledakan diperkirakan berasal dari 2750 ton amonium nitrat yang telah berada di sebuah gudang pelabuhan selama 6 tahun lamanya. Akibat ledakan luar biasa ini, sekitar 150 orang lebih harus meregang nyawa sedangkan ribuan orang harus mengalami luka-luka, dan berbagai bangunan di sekitar lokasi ledakan luluh lantak. Musibah ini semakin membuat berat keadaan di Lebanon, setelah keadaan ekonomi dan kesehatan yang memburuk semenjak “kehadiran” pandemi Corona.

Citra satelit memperlihatkan keadaan sebelum dan sesudah ledakan hebat tersebut, seperti diperlihatkan di bawah ini:

Citra Satelit Memperlihatkan Keadaan Area Pelabuhan di Beirut dan Sekitarnya Sebelum Ledakan Terjadi

Citra Satelit Memperlihatkan Keadaan Area Pelabuhan di Beirut dan Sekitarnya Sebelum Ledakan Terjadi
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit Memperlihatkan Keadaan Area Pelabuhan di Beirut dan Sekitarnya Setelah Ledakan Terjadi

Citra Satelit Memperlihatkan Keadaan Area Pelabuhan di Beirut dan Sekitarnya Setelah Ledakan Terjadi
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Lokasi terjadinya ledakan ditunjukkan oleh bangunan yang diberi informasi Location of blast and crater pada data citra satelit di atas. Terlihat kondisi bangunan tersebut yang merupakan sebuah gudang hancur lebur, bahkan menciptakan sebuah lubang sedalam 43 meter (terlihat membentuk seperti sebuah kawah).

Gudang pelabuhan lain (Port warehouses pada data citra satelit di atas) serta berbagai bangunan lain di sekitar lokasi ledakan terlihat porak poranda.

Hanya bangunan yang menyimpan biji-bijian atau silo (Grain silos pada data citra satelit di atas) yang terlihat masih tegak berdiri walau juga mengalami kerusakan. Menurut Genevieve Langdon, seorang Profesor Teknik Ledakan dan Dampak di Universitas Sheffield, hal tersebut terjadi karena berbagai biji-bijian dalam silo akan memadat di bawah tekanan ledakan yang sangat besar, tetapi juga akan menyerap dan membelokkan sebagian ledakan.

“Saat gelombang ledakan menghantam dinding silo, hal itu mungkin menghabiskan banyak energi,” ujarnya. Langdon memperkirakan jika tidak ada silo tersebut, maka kerusakan di bagian belakang bangunan akan lebih parah lagi.

  • Tumpahan Minyak di Mauritus

Sebuah kapal kargo curah bernama MV Wakashio yang merupakan kapal yang dimiliki perusahaan Jepang namun terdaftar di Panama, kandas di area terumbu karang di lepas pantai di perairan yang termasuk ke dalam negara Mauritus, pada tanggal 25 Juli 2020.

Kejadian tersebut mengakibatkan tumpahnya minyak ke lautan karena jebolnya tangki bunker bagian sisi kanan yang berisi bahan bakar minyak oleh cuaca buruk dan hempasan yang konstan.

Citra Satelit WorldView-2 tanggal perekaman 12 Agustus 2020 memperlihatkan kondisi kapal MV Wakashio yang karam.

Citra Satelit WorldView-2 Memperlihatkan Karamnya Kapal Kargo Curah MV Wakashio di Lautan Mauritus

Citra Satelit WorldView2 Memperlihatkan Karamnya Kapal Kargo Curah MV Wakashio di Lautan Mauritus
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Diperkirakan lebih dari 1000 ton minyak bocor ke lautan lepas dari 4000 ton bahan bakar yang terdapat pada kapal tersebut. Pemerintah Prancis dan Jepang memberikan bantuan terhadap Pemerintah Mauritus yang tidak punya pengalaman dan teknologi dalam menangani permasalahan ini.

9). September 2020

  • Kamp Pengungsi di Yunani Terbakar Hebat

Kamp pengungsi Moria di Pulau Lesbos, Yunani, terbakar hebat pada tanggal 8 September 2020. Hasil investigasi menyebutkan kebakaran tersebut diduga kuat ulah beberapa pengungsi yang protes terhadap aturan karantina yang berlaku di kamp, walau  tidak ada keterangan resmi apakah kebakaran yang terjadi disengaja atau tidak.

Citra satelit resolusi sangat tinggi dari Maxar Technologies memperlihatkan keadaan sebelum dan sesudah kebakaran yang terjadi di kamp yang diisi lebih dari 12 ribu pengungsi yang telah melebihi kapasitas normal yakni kurang dari 3000 orang.

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kamp Moria di Yunani Sebelum Terjadi Kebakaran Hebat – Tanggal Perekaman 17 Juni 2020

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kamp Moria di Yunani Sebelum Terjadi Kebakaran HebatTanggal Perekaman 17 Juni 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kamp Moria di Yunani Sesudah Terjadi Kebakaran Hebat – Tanggal Perekaman 10 September 2020

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi Kamp Moria di Yunani Sesudah Terjadi Kebakaran HebatTanggal Perekaman 10 September 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

10). Oktober 2020

  • Gempa Bumi Besar Guncang Turki

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7.0 melanda Turki dan Yunani pada tanggal 30 Oktober 2020.

Pusat gempa berada di Laut Aegean yang terasa hingga Athena, Yunani, dan Istanbul, Turki. Wilayah Izmir, Turki, menjadi wilayah terparah yang dilanda gempa tersebut, dimana banyak bangunan hancur serta lebih dari 20 orang harus kehilangan nyawa.

Citra Satelit WorldView-3 Memperlihatkan Bangunan yang Hancur Lebur di Wilayah Izmir, Turki, akibat Gempa Besar yang Mengguncang dengan Pusat Gempa yang Tidak Berada Jauh dari Wilayah Tersebut – Tanggal Perekaman 3 November 2020

Citra Satelit WorldView3 Memperlihatkan Bangunan yang Hancur Lebur di Wilayah Izmir, Turki, akibat Gempa Besar yang Mengguncang dengan Pusat Gempa yang Tidak Berada Jauh dari Wilayah TersebutTanggal Perekaman 3 November 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

  • Kebakaran Hebat di Wilayah Amerika Serikat Bagian Barat

Dimulai dari tanggal 24 Juli 2020, wilayah Amerika Serikat bagian barat, mengalami serangkaian kebakaran hutan.

Kondisi panas yang menyengat selama musim panas, menciptakan lingkungan kering yang mudah terbakar. Sambaran petir dan aktivitas manusia menjadi pemicu utama terjadinya deretan kebakaran hutan di wilayah California, Oregon, Washington, dan Colorado.

Citra Satelit WorldView-3 tanggal perekaman 24 Oktober 2020, memperlihatkan kondisi kebakaran yang terjadi di area Taman Moraine yang merupakan bagian dari Taman Nasional Pegunungan Rocky.

Citra Satelit WorldView-3 Tampilan Warna Natural Tanggal Perekaman 24 Oktober 2020 Memperlihatkan Area yang Terbakar di Taman Moraine yang Berada Pada Taman Nasional Pegunungan Rocky

Citra Satelit WorldView3 Tampilan Warna Natural Tanggal Perekaman 24 Oktober 2020 Memperlihatkan Area yang Terbakar di Taman Moraine yang Berada Pada Taman Nasional Pegunungan Rocky
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit WorldView-3 Menggunakan Kombinasi Band SWIR Tanggal Perekaman 24 Oktober 2020 Memperlihatkan Area yang Terbakar di Taman Moraine yang Berada Pada Taman Nasional Pegunungan Rocky

Citra Satelit WorldView3 Menggunakan Kombinasi Band SWIR Tanggal Perekaman 24 Oktober 2020 Memperlihatkan Area yang Terbakar di Taman Moraine yang Berada Pada Taman Nasional Pegunungan Rocky
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Penggunaan Citra Satelit WorldView-3 dengan tampilan warna natural menyulitkan kita mengetahui keberadaan titik api yang masih aktif, karena tertutup oleh asap hasil kebakaran.

Untuk “menyibak” keberadaan awan tersebut, digunakan bandband pada spektrum panjang gelombang pendek inframerah atau Short Wave InfraRed (SWIR), sehingga dapat terlihat titik-titik api yang masih aktif yang diperlihatkan oleh warna orange menyala. Dengan mengetahui titik-titik api yang sedang aktif, maka pemadam kebakaran dapat dikerahkan pada posisi yang tepat, sehingga dapat sesegera mungkin memadamkan titik-titik api tersebut dan tidak berlanjut lebih besar dan menyebar ke area lain yang belum terbakar.

11). November 2020

  • Amerikat Tengah Dihantam 2 (Dua) Badai Besar

Wilayah Amerika Tengah dihantam dua badai besar pada November 2020. Pertama kedatangan Badai Eta yang termasuk dalam badai kategori 4, yang mendarat di Nikaragua. Badai tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan yang dapat berimbas kepada kemungkinan terjadinya tanah longsor serta banjir.

Sempat bernafas sedikit dari hajaran Badai Eta, wilayah Amerika Tengah kembali digebuk oleh kedatangan Badai Iota. Badai ini bahkan mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan Badai Eta, yang termasuk dalam badai kategori 5.

Citra satelit resolusi sangat tinggi dari Maxar Technologies memperlihatkan Pulau Providencia di Kolombia, sebelum dan sesudah dihajar Badai Iota, yang menyebabkan berbagai infrastrukutr di pulau berpenduduk 6000 orang tersebut luluh lantak.

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi di Pulau Providencia, Kolombia, Sebelum Dihantam Badai Iota – Tanggal Perekaman 7 Juni 2019

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Kondisi di Pulau Providencia, Kolombia, Sebelum Dihantam Badai IotaTanggal Perekaman 7 Juni 2019
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Berbagai Bangunan dan Infrastruktur Lainnya yang Luluh Lantak di Pulau Providencia, Kolombia, Setelah Dihantam Badai Iota – Tanggal Perekaman 29 November 2020

Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dari Maxar Technologies Memperlihatkan Berbagai Bangunan dan Infrastruktur Lainnya yang Luluh Lantak di Pulau Providencia, Kolombia, Setelah Dihantam Badai IotaTanggal Perekaman 29 November 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

  • Perusakan Landasan Pacu di Ethiopia

Bentrok terjadi antara tentara Ethiopia dengan pasukan pemberontak Tigray People’s Liberation Front (TPLF) di Bandara Aksum yang terletak di wilayah Tigray utara.

Pihak TPLF merusak salah satu bandara strategis di Ethiopia tersebut, dengan dengan membuat beberapa parit dan menempatkan batu bata pada landasan pacu di Bandara Aksum, seperti yang terlihat pada citra satelit berikut ini:

Citra Satelit WorldView-2 Tanggal Perekaman 23 November 2020 Memperlihatkan Landasan Pacu di Bandara Aksum yang Mengalami Kerusakan Setelah Pihak Tentara Ethiopia Bentrok dengan Pasukan TPLF

Citra Satelit WorldView2 Tanggal Perekaman 23 November 2020 Memperlihatkan Landasan Pacu di Bandara Aksum yang Mengalami Kerusakan Setelah Pihak Tentara Ethiopia Bentrok dengan Pasukan TPLF
(Image Copyright: Maxar Technologies)

12). Desember 2020Hancurnya Teleskop Penangkap SinyalAliendi Puerto Rico

Setelah mengalami kerusakan parah selema beberapa waktu, salah satu bagian dari teleskop radio terbesar di Puerto Rico yang bernama Arecibo akhirnya tumbang pada tanggal 1 Desember 2020.

Detik-detik jatuhnya bagian dari teleskop tersebut dapat dilihat pada foto animasi di bawah ini:

DetikDetik Runtuhnya Bagian dari Instrumen Teleskop Arecibo
(Image Source: National Space Foundation)

Citra Satelit WorldView-2 tanggal perekaman 6 Desember 2020 memperlihatkan kondisi teleskop radio tersebut setelah mengalami kolaps:

Citra Satelit WorldView-2 Memperlihatkan Puing-Puing yang Merupakan Bagian dari Teleskop Radio Arecibo yang Mengalami Kehancuran – Tanggal Perekaman 6 Desember 2020

Citra Satelit WorldView2 Memperlihatkan Puing-Puing yang Merupakan Bagian dari Teleskop Radio Arecibo yang Mengalami KehancuranTanggal Perekaman 6 Desember 2020
(Image Copyright: Maxar Technologies)

Teleskop ini dibuat untuk menangkap sinyal radio di luar angkasa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya komunikasi di luar Planet Bumi.

***

Berakhir sudah tahun 2020 dengan segala peristiwa di dalamnya yang beberapa diantaranya terabadikan oleh “bidikan’ sensor satelit observasi bumi milik Maxar Technologies.

Semoga tahun 2021 yang tengah kita jalani ini, lebih baik segalanya bagi kita semua. Aamiin.

POSTINGAN MENARIK LAINNYA:

1). [Tutorial] Cara Download Peta RBI Gratis

2). [Tutorial] Menghitung Luas dan Panjang Sebuah Data Vektor di QGIS versi 3

3). [Tutorial] Mengetahui Suhu Permukaan Laut dari Citra Satelit MODIS Menggunakan QGIS

4). [Tutorial] Membuat Efek Bayangan Pada Data Citra Satelit Menggunakan QGIS

5). [Tutorial] Membuka File Geodatabase di QGIS versi 3.x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: